Ah seperti lirik lagu lama Iwan Fals, dimana ngga ada tempat lagi di kota ini untuk anak-anak kecil bermain. Begini ceritanya, bulan-bulan ini dimana angin mulai berhembus kencang dan saat itulah banyak anak-anak di Bali mulai memainkan layang-layangnya. Mulai dari menaikan layang-layang yang berukuran besar hingga adu layang-layang.
Untuk yang terakhir diatas sangat banyak digemari oleh anak-anak disini, ada kesenangan tersendiri jika memenangkan adu layang-layang tersebut. Namun akhir-akhir ini, sudah 2 kali saya menyaksikan langsung, dijalanan ramai dan padat seperti Jalan Marlboro, dimana motor dan mobil melintas dengan kencangnya, namun anak-anak itu seperti tidak memperhatikan ramainya lalu lintas hanya untuk saling berebut layang-layang jatuh akibat kalah aduan. Gila! hanya sebuah layang-layang kertas kecil yang mungkin harganya saat ini 1500an (saya ngga tau harga pastinya karena sudah lama tidak maenan layang-layang) mereka menerjang maut *menurut saya* sehingga banyak motor dan mobil yang mengerem tiba-tiba karena anak-anak itu berebut hingga ditengah jalan.
Yah, lagi-lagi karena kesenangan dan kebanggaan dalam diri mereka jika berhasil mendapatkan layang-layang jatuh korban adu layang-layang (mengutip komentar seorang teman). Bali yang semakin padat penduduknya, semakin sempit tempat nyaman untuk bermain * ah serius dikit curhatnya :) *
Foto by : Muha
Finally! akhirnya ini hari terakhir saya berkantor di Seminyak, karena mulai besok saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan saya selama 8 bulan terakhir ini. Memang, banyak orang akan menasehati, bahwa bekerja dengan orang akan selalu mengalami stress-stress kecil. Wait! tapi yang stress yang saya rasakan ini udah bener-bener diluar batas, mengawali hari kerja dengan harap-harap cemas, apakah email yang dikirim oleh si Julie Wood, dan mengakhiri hari kerja dengan membaca email-email komplain dari GM, simple seh..cuman masalah dia ngga bisa baca password aja bisa jadi suatu masalah. huh!
Awalnya saya enjoy bekerja disini, mendapat tantangan baru untuk meng-top-ten-kan website, dan mendapat kesejahteraan yang mungkin banyak dicari oleh para karyawan-karyawan lainnya. Namun, setelah semua terwujud, web bertengger di top ten untuk keyword yg dianggap bergengsi, traffic website meningkat, eh bukannya achievement yang saya dapatkan. Yah, sudahlah..pada akhirnya saya berpikir lagi, memang begini nasib kalo bekerja dengan orang.
Ok, tak ada yang perlu disesali, kembali melangkah kedepan dengan optimis.
I was in Ogoh-ogoh festival at Kuta Village last night, the only one ogoh-ogoh festival in Bali in this year as many village in Bali doesn’t create ogoh-ogoh for Nyepi in this year for election reason.
Happy Nyepi Day, wish it will inspired world silent day
Originally uploaded by Ramayadi.Net
I used my long weekend to take photo hunting with my friend that i never met since 2003, Dublak also known as Dewa Rastama.
Went from Dublak’s house at 04:30 AM and it was rainy, whatever we went out to Padang Bai, find some sunrise moments there. Even i born in Bali and growth up here, this was my first time in Padang Bai, very exotic harbor, it’s not like Gilimanuk Harbor or Benoa Harbor, i love this harbor, with tourism ambiance.
Originally uploaded by Ramayadi.Net
Yes, sometime Gossip is like habit for us. But we should reduce this, especially make negative gossip for somebody.
Originally uploaded by Ramayadi.Net