Air Tenang Menghanyutkan

Air Tenang Menghanyutkan

Kadang kita banyak menemukan orang yang seperti pribahasa mengatakan : Air Tenang Menghanyutkan.
Kadang orang yang kita anggap biasa-biasa aja, tapi ternyata memiliki pengetahuan yang luar biasa. Namun juga kadang orang yang kita anggap tenang-tenang saja pembawaannya, tapi ternyata didalamnya penuh masalah.


Originally uploaded by Ramayadi.Net

Share This

4 Comments

Leave your Response, or Trackback

This entry receive 4 Comments

Yanuar:

betul bli…
air tenang kalau belum mandi jangan nyemplung.
nanti hanyut.
he.he..

Responded on May 12th, 2008 at 3:29 am

Ramayadi:

#Yanuar : contoh dari “Air Tenang Menghanyutkan” itu adalah kamu Yan hahahahahahhaha…orangnya kalem..tp ternyata ilmu pengetahuannya dalam…sing keto Rie…eh mana neh Arie :p

Responded on May 12th, 2008 at 5:23 am

Bhakti Dharma:

Rama, mungkin disini tempatnya pengalaman pekerjaan saya yang “aneh”bisa dikeluarkan.
Orang Belanda banyak yang mau ke Bali kalau liburan, bahkan sudah banyak yang beli rumah disana dan ingin tinggal di pulau Bali sebagian tahun. Saya sebagai penjual tiket2 pesawat (travel agent) sering ketemu orang2 itu kalau mereke memesan tiket di kantor kami.
Tapi…………………itu bukan berarti orang belanda itu semua pintar2. Coba lihat apa yang BETUL pernah terjadi di kantor kiami itu:

1. Saya urus tiket untuk seorang client Belanda ke Bali. Sudah terima pembayaran, tiket dikeluarkan. Waktu dia lihat tiketnya dia marah2 dia bilang: “Pak, kan saya pesan tiket ke Bali, bukan ke DENPASAR….???!!!”.

2. Datang sepasang belanda ke kantor. Mereka bilang “Pak, kita cari tiket ke Indonesia”.
Saya: “Baik, ke Indonesianya mau kemana?”
Sepasang client itu: “Loh ke Bali tentu, memangnya di Indonesia masih ada tempat2 lain?”.

3. Datang seorang client pulang dari Bali bulan Juli (yaitu kalau di Belanda sedang musim panas). Dia cerita saya: “Wah saya suka benar di Bali, paradise deh, hawanya enak, panas lagi, mau pergi lagi, tapi………..kapan sih di Bali musim dinginnya?”

4. Datang lagi client lain.
Client: “Pak, cari tiket ke Indonesia”.
Saya: “Baik, anda mau kemana di Indonesia?”
Client: “Saya mau ke Kuala Lumpur, pak”
Saya: “Kuala Lumpur? Loh, tapi itu kan di Malaysia….??”
Client: “Iya betul, kan Malaysia salah satu propinsinya Indonesia?”
(Gubrak).

5. Datang lagi client berikutnya.
Client: “Pak, saya mau pesan tiket ke pantai Kuta atu Sanur”.
Saya (sesudah cari lama): “Maaf, tapi pesawat2 ke Denpasar sudah penuh semua, fully booked”.
Client: “Kalau begitu pesan tiket ke Jakarta saja, dari sana saya terus naik bis saja ke Denpasar, kan 1 jam juga sudah sampai?”
Saya (bingung): “1 jam?????????”
Client: “Iya, Jakarta kan letaknya di pulau Bali juga. Kan Bali tidak besar pulaunya, jadi kalau saya tiba disitu ke Denpasar, Kuta dan Sanur paling berapa lama sih naik bis, sejam sampai tidak?”
(Gubrak, gubrak).

Responded on May 23rd, 2008 at 7:21 pm

Ramayadi:

#Bhakti Dharma : huehuehuehuehue…mengesalkan kan pak? banyak dari kami disini berpikir bahwa bule-bule itu pintar-pintar dan banyak dollar, tp ternyata setelah mereka kerja disini, mereka ngga lebih dari sekumpulan orang tolol yang terbuang dari negaranya, cuman menang bahasa aja. Makanya mereka sukses mengeruk dollar disini, walau hanya modal tipu-tipu aja :)

Responded on May 26th, 2008 at 2:07 am

Leave your reply

Yes, I would like to receive notification on incoming comments!

Advertisement

Related Posts

From Bali Care

Seem Delicious