Hormat terakhir untuk sang “Bapak Pembangunan Indonesia”
Posted on :January 27th, 2008Category : Feel
Tags: Indonesia, Pemerintah, Politik, Soeharto
Hari ini 27/01/2008, tepat pukul 13.10 Wib, mantan Presiden RI kedua yaitu Soeharto meninggal dunia di RSPP Jakarta. Berita ini sebenarnya agak telat saya terima, karena seharian hari ini saya gunakan untuk beristirahat dan menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah yang hampir deadline. Berita kematian Pak Harto sendiri saya ketahui dari sebuah mailing list yang saya ikuti, dan akhirnya saya cross check ke Detik.com dan ternyata memang benar, bahwa mantan penguasa di republik ini tersebut telah “berpulang”.
Dibalik pro dan kontra terhadap Pak Harto, saya sendiri sebenarnya bukanlah penggemar beliau. Sejak SD, ketika saya mulai mengerti tentang berita di televisi (saat itu cuman TVRI saja), saya sudah tidak menyukai beliau, ditambah keluhan-keluhan dari bapak yang saya dengar saat itu tentang Pak Harto. Lengkap sudah, saya memang empati dengan beliau ketika itu. Rasa empati semakin bertambah, ketika saya mulai menginjak masa perguruan tinggi di Yogyakarta. Kala itu saya mengikuti suatu gerakan “underground” yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Soeharto, walau saat itu saya tidak menjadi anggota resmi, setidaknya rumah kontrakan yang saya tempati bersama sepupu-sepupu saya kala itu digunakan sebagai basis pergerakan tersebut, jadi yah sedikit banyaknya saya mengetahui isu-isu terbaru. Mulai dari email-email bapak George (nama lengkapnya saya lupa, tapi beliau adalah seorang wni yang menjadi dosen di Australia), belum lagi email-email dari AJI yang notabene saat itu merupakan salah satu organisasi “underground” juga.
Pada akhirnya saya mengikuti demo besar-besaran yang berlangsung didaerah Mrican Yogyakarta yang mana saat itu salah seorang mahasiswa meninggal karena tembakan tentara, benar-benar pengalaman yang terlupakan, cari makan malam aja susah banget saat itu.
Setelah Pak Harto lengser dan reformasi yang digulirkan oleh tokoh-tokoh nasional kala itu berjalan, yang mana menghasilkan beberapa pergantian Presiden dan kabinet-kabinet hingga sekarang, namun apa yang terjadi hingga saat ini ? Teroris yang mengatas namakan agama berkeliaran, bbm naik drastis, rumah-rumah agama dihancurkan, dsb. Intinya sesuatu yang tidak terjadi dijaman pemerintahan Pak Harto, terjadi dijaman yang katanya “reformasi” ini. Wajar aja ada beberapa kalangan yang masih mengidolakan dan menyanjung-nyanjungkan Pak Harto, karena beliau tegas, ya karena beliau tegas. Lihat saja, ketika kelompok-kelompok garis keras mulai muncul, dengan cepat Pak Harto bertindak, sehingga para dedengkotnya lari tunggang langgan mencari perlindungan ke luar negri. Namun yang disayangkan dari Pak Harto adalah para kroni-kroninya yang ingin mencicipi nikmatnya kue kekuasaan Pak Harto, hingga pada akhirnya Pak Harto sendiri terjebak dalam kebencian masyarakat.
Saya pribadi saat ini tidak memiliki rasa benci lagi kepada Pak Harto, setelah melihat bahwa reformasi adalah akal-akalan dari beberapa orang saja untuk menikmati kekuasaan dinegri ini. Semoga kedepan, kita boleh memiliki presiden yang tegas seperti Pak Harto.
Selamat jalan Pak Harto
rama:
iya neh, jadi sedih ngga ada yang dimaki-maki lagi hahahahahahahaha :p
untung beliau udah lengser ya, bayangkan kalo hari gene dia masih berkuasa, dijamin ngga ada namanya blog di Indonesia karena semua pasti sudah dibrendel sama departemen penerangan :p
Responded on January 29th, 2008 at 2:17 am
heheh… yang kutahu bapak ini muka prangko banget.
selamat jalan pak.
sekarang udah gak ada yang mengganggu anda lagi.
Responded on January 30th, 2008 at 2:47 pm
Share This
3 Comments





Leave your Response, or Trackback
This entry receive 3 Comments