Intimidasi gaya baru ?

get intimidationSial, batin saya hanya bisa mengatakan demikian hari ini. Yup, hari ini saya sedikit kaget karena ketika mengecek email kantor, saya mendapatkan email asing dan setelah saya baca ternyata dari salah seorang mahasiswa saya.

Setelah saya baca seksama, pengen rasanya ketemu langsung dengan mahasiswa tersebut dan mengatakan “KASIAN DE LOE” hehehehehehe. Ok, saya akan sedikit share disini biar ngga bikin penasaran dan silahkan menilai sendiri, apakah ini intimidasi gaya baru atau hanya ketakutan para “veteran” yang tidak ingin mengulang kuliah terus menerus.

Tabanan, 7 Februari 2007
Kepada Yth,

Bapak Nyoman Andre Ramayadi, ST

di Tempat

Dengan hormat,

Dengan perantaraan surat ini, saya:

  • Nama : Putu Gede XXX
  • NIM : 0300xxxxx
  • Jurusan: Manajemen Informatika (D3)

Bersama surat ini, saya memohon kepada Bapak, agar Bapak sudi kiranya mau meluluskan saya pada mata kuliah Pemrograman Web, kelas MXXX pada semester ganjil ini. Adapun beberapa alasan mendasar yang menyangkut permohonan saya ini, yaitu:

  1. Agar saya dapat mengikuti ujian TA (Tugas Akhir) pada semester 9 ini (semester ini).
  2. Karena saat ini saya sudah semester 9 (sembilan), seandainya saya tidak lulus mata kuliah Pemrograman web, saya takut mata kuliah Pemrograman Web ini tidak keluar pada semester depan (semester 10), dan saya takut bila nanti terkena DO (Drop Out) dari kampus jika kuliah saya melebihi 10 semester.
  3. Agar saya dapat menyelesaikan kuliah D3 saya pada semester 9 (sembilan) ini. Oleh karena itu, saya sangat memohon kemurahan hati Bapak agar saya dapat lulus mata kuliah Pemrograman Web tersebut.

Demikianlah permohonan yang dapat saya sampaikan dalam surat ini. Besar harapan saya agar Bapak sudi kiranya mengabulkan permohonan ini. Atas perhatian Bapak, saya ucapkan terima kasih.

Hormat Saya,

Putu Gede XXX

*) Nama dan Nim sengaja saya samarkan

Sebenarnya mahasiswa diatas sudah beberapa kali mencoba jalan (baca: Nge-Begging) agar ia diluluskan pada mata kuliah saya. Gimana saya mau meluluskannya, saat presentasi project akhir saja dia tidak mengikutkan databasenya, dan ketika saya preview pekerjaannya, yang keluar hanya halaman putih beserta text-text saja. Tapi yah, karena hati saya sangat “tersentuh” (baca: kasihan) akhirnya saya luluskan dengan nilai C yang mana seharusnya dia hanya bisa memperoleh D. Mungkin kali ini dia lolos, namun jika suatu saat nanti dia memutuskan untuk mencari pekerjaan diperusahaan swasta, saat itu akan terbukti kwalitas mahasiswa tersebut, dan jika tidak dan sedikit keberuntungan, mungkin dia akan lebih memilih menjadi PNS. Semoga mahasiswa tersebut mau berubah dan lolos dari kampus ini dengan selamat :p

Jadi, tidak ada alasan untuk melanjutkan karir sebagai dosen lagi :p

Share This

2 Comments

Leave your Response, or Trackback

This entry receive 2 Comments

imp:

hahahahha…. dilema seorang dosen.
doeloe, juga pernah ngerasain…. jadi inget ml (masa lalu)

memeteng gen mo.
guling a glondongan tagih sik. lulus dengan senyum be…
wakaakakkaakkk

Responded on February 9th, 2008 at 2:28 am

rama:

#imp : hahahahaha, kalo saya inan “pangus” / “juari” (raja ngga tau malu), sudah saya pungli tuh mhs. Untung masih punya kata hati yang lurus-lurus, dari pada pungli mendingan ngadsense aja hehehehehehe

Responded on February 11th, 2008 at 1:26 am

Leave your reply

Yes, I would like to receive notification on incoming comments!

Advertisement

Related Posts

From Bali Care

Seem Delicious