On The Top of Suluban Beach
Posted on :May 4th, 2008Category : Feel
Tags: Bali, Flickr, photography
Lokasi ini yang belakangan sedang ramai-ramainya dibahas oleh para wakil rakyat, kalangan pemuda, adat bahkan kalangan pemuka agama.
Yak, hal itu terkait dengan semakin banyaknya pembangunan villa-villa yang melanggar batas suci dari Pura Sad Khayangan Uluwatu.
Saya pribadi lebih senang melihat batas suci itu tetap dijaga, karena saya yakin jika alam dirusak, maka alam akan lebih merusak kita lagi.
Originally uploaded by Ramayadi.Net
dede:
Setujuuuuuuuuuuu…………..
Kalo alam Bali rusak, siapa yang mau datang ke Bali lagi??? Sebaiknya bangun villa di lokasi yang kering dan jauh dari lokasi suci Pura Kahyangan Jagat dan diatur supaya tidak terkesan semrawut seperti yang terjadi belakangan ini. Walaupun saya tidak anti rencana pengembangan suatu obyek wisata di Bali tapi tidak setuju kalau pembangunan villa dilakukan semena-mena tanpa melihat kepentingan lingkungan dan alam sekitarnya.
Kalo alam Bali rusak, pak Rama khan tidak bisa buat photo view alam yang bagus, betul?
Responded on May 5th, 2008 at 5:56 am
#dede : Bener bos…The Magical Bali adalah Culture Bali itu sendiri, misalnya semua sawah udah dipake Villa/perumahan, nah dimana villa-villa itu akan cari view sawah yang selalu mereka jual.
kalo saya seh ngga bisa motret view bagus, kangwang motret “view” di semawang gen bos hahahahahahahahahahaha
Responded on May 5th, 2008 at 6:03 am
wira:
saya setuju bang Roma, eh bang Rama
tapi yang kayak gini membutuhkan pemikiran yang lebih mendalam dan kadang bikin alis menyatu… jadi saya komen belog2an aja, pariwisata sih boleh, asal jangan sampai “bunuh diri” aja :-)
Responded on May 5th, 2008 at 6:52 am
Ini salah satu tempat Bali yang paling bagus, waktu saya pertama kali pada tahun 1977, belum ada satupun villa, hanya alam indah. Jadi ngga kebayang bagaimana kesan saya kalau saya (mudah2an) bisa kesini lagi satu hari.
Responded on May 7th, 2008 at 9:24 pm
#Bhakti Dharma : wow thn 77 kayaknya rumah pendudukpun jarang pak, wong jaman itu (menurut bapak saya), orang pecatu mau tukar tanahnya dengan beras, tp orang denpasar ngga ada yang mau, sekarang? jangan ditanya, banyak orang kaya baru disana karna harga tanahnya selangit
Responded on May 13th, 2008 at 2:01 am

Share This
5 Comments





Leave your Response, or Trackback
This entry receive 5 Comments