My Favorite Photographer
Posted on :April 8th, 2008Category : Passion
Tags: favorite photographer, photography

Rehat dulu dari berita-berita kontroversial yang belakangan ini sedang ramai-ramainya. Sekarang saya pengen sedikit share tentang hobby. Nah, banyak orang atau temen-temen mengira bahwa saya ini sudah profesional dalam photography, wow tanpa bermaksud apa-apa, hanya pemikiran itu terlalu berlebihan buat saya. Saya masih seperti kebanyakan atau mungkin seperti temen-temen yang lainnya, saya masih seorang amatiran yang hanya memang kebetulan cinta banget sama yang namanya photography.
Semua itu berawal dari ketika saya dipinjamkan kamera Canon Powershoot G5 oleh saudara saya, nah dari mencoba-coba bikin photo yang bisa focus depannya aja trus belakangnya blur itu saya mulai keranjingan.
Jujur saja saya tidak pernah mengikuti pendidikan formal tentang photography, semua itu saya pelajari dari Internet, buku, dan bertanya kepada senior-senior yang memang benar-benar sudah pro di dunia photography. Selain itu yang membuat saya jatuh hati pada photography adalah karena hobby saya pada retouching image atau yang lebih dikenal dengan istilah digital imaging, nah dari permulaan-permulaan itu saya beranikan diri untuk mulai membeli sebuah kamera Canon EOS 350D yang boleh dikatakan semi pro.
Ok, itu historynya, nah setelah mulai jepret sana jepret sini, akhirnya saya mulai menetapkan “aliran” atau “jurusan” yang mau saya tekuni dalam photography. Beberapa photographer yang menurut saya hebat, telah menjadi inspirasi saya, seperti :
- Jim Fiscus
- Ken Pinardy
- Ulung Wicaksono
- Rarindra Prakarsa
- Muhammad Shulton
Tiap-tiap nama diatas memiliki keunikannya masing-masing, seperti Fiscus dengan aliran art photonya, Ken Pinardy yang menggabungkan fashion photography dengan art photo sehingga karya-karyanya sangat dinamis (dulu mas ken ini berawal dari 350D lho ketika membuat photo bromo yang kesohor itu), Ulung Wicaksono yang menurut saya masternya interior photography (sempet dulu belajar ama beliau, tapi cuman basic), Rarindra Prakarsa yang memadukan landscape dan human interest kedalam art photo, dan Mas Shulton yang sangat piawai dalam mengatur DOF untuk photo-photo product dan makanan.
Setelah “mencicipi” beberapa aliran photography, saya lebih tertarik untuk menekuni landscape dan human interest, sesuatu yang menurut saya sangat menantang, bermain dengan available light untuk menghasilkan karya yang indah. Master dan juga teman saya (Ulung Wicaksono) menyarankan bahwa seorang photographer ketika menjadi Pro, sebaiknya dia harus focus pada satu bidang photography saja, dan menurut saya itu bener juga walau saya blum terjun ke Pro hehehehehehehe
Bli, saya buatin foto satu ya! Buat dipasang di http://imsuryawan.net/blog/?p=117 . Hehehe….
Responded on April 8th, 2008 at 9:57 am
So sekarang khan sudah menetapkan aliran, menuru ulung kalo mo Pro harus menetapkan aliran, berarti sekarang udah Pro dong boss …
Responded on April 8th, 2008 at 10:16 am
Biar jadi pro banyak-banyak ngerokok gudang garam plar…
Responded on April 9th, 2008 at 1:51 am
#imsuryawan : utk pilkada wan? coba liat dulu di flickrku yah, kalo ada pake aja dah
#wandira : tetep aja masih amatir bos hehehehehehehehe
Responded on April 9th, 2008 at 5:27 am
Wah, mas Rama menurut saya foto2nya sudah Pro. Mantap kan? Interest saya juga human interest dan landscape, hanya landscape buat saya susah karena Belanda landscapenya tidak bagus (negara yang “flat”, tidak ada gunung sama sekali), jadi hanya bisa dibikin kalau pergi ketempat lain. Karena tinggal di kota besar (Amsterdam) saya juga suka foto2 city life. Kebetulan di kota Amsterdam ada2 saja kejadian2 yang aneh2 dan lucu2 tiap hari, kota dimana datang begitu banyak turis2 asing dan dimana tinggal macam2 orang, dari orang asli Belanda, sampai dari Asia seperti saya, orang dari Afrika, Timur Tengah, Amerika Selatan, Eropah Timur, semua membawa kebudayaan dan “keanehan” masing2 ha ha ha. Karena juga orang sini senang binatang, agak mudah juga kita sesekali bikin foto2 binatang2.
Responded on April 9th, 2008 at 5:59 am
Saya kal berguru ajak bli Rama ah hahahaha …
Btw, Liverpool menang … hahahahahahaha puas saya menontonnya bli :)
Responded on April 9th, 2008 at 6:50 am
Definisi profesional itu apa dulu.
Kalo saya melihat dari sisi yang sederhana dan sempit saja. Profesional melakukan sesuatu sebagai profesi, sebagai sumber nafkah. Nah kan Bang Rama suka dapet order motret dan dapet bayaran … ya artinya profesional.
Nggak ada hubungannya lah sama peralatan yang dipake. Kebanyakan juga cuman propaganda pemasaran ajah, alat makin mahal disebut makin profesional, biar lebih banyak orang beli yang mahal cuman karena pengen berasa disebut profesional.
Kenyataannya kan banyak hobbyist kaya raya yang nenteng2 Mark III, Nikon D3, malah Hasselblaad sekalipun, ya tetep aja amatir. Darwis Triadi meskipun ngajarin gimana caranya bikin foto2 bagus dengan kamera ponsel, tetep aja profesional.
Responded on April 9th, 2008 at 7:43 am
kalau saya melihat pro atau tidak, kembali ke jawaban anda yg paling jujur dari diri anda sendiri : “apakah saya sudah professional?”
apapun jawaban jujurnya, itulah sejatinya status itu.
be the man, bro.
Responded on April 9th, 2008 at 5:57 pm
Ecko:
Coba-coba nih ceritanya? Tak apa, toh banyak profesional yg berawal dari coba-coba…
Responded on April 10th, 2008 at 2:18 am
#ikecek : nah itu dia, makanya ngga jadi pro karena saya ngga merokok hahahahahahah *roko sai ngidih gen gaya ci cek*
#Bhakti Dharma : berarti kita sealiran pak, welcome to the club :p
#Nyoman Ribeka : share kali yang lebih tepat win, soalnya ilmu saya masih cetek jg. wah ketemu chelsea lagi besok ya…hidup liverpool aja pokoknya deh
#Adi Arifin : siapa bilang banyak yang bayar bang, banyakan juga..hei rama terima kasih ya kemarin udah dibantu motret hihihihihihihihi…berarti masih semi dong hahahahahaha
#21win : dalam hati mengatakan, kamu masih amatir Ma…tetep berjuang dan semanga ya…gitu katanya :)
#Ecko : coba-coba berhadiah Mas, sapa tau hadiahnya MK III …salam kenal!
Responded on April 10th, 2008 at 12:20 pm
kok aku nggak punya favorit fotographer yahh…
apakah aku nggak punya aliran.
ato aku sekedar hobi-hobian aja.
entahlah…
*nyari potographer paporit ahh…*
Responded on April 17th, 2008 at 9:24 am
#Yanuar : Yan..kalo mo pilih aliran VaginaMonolog..saya sumon saylow utk favorite photographeur aliran itu hahahahahhahaahaha
Responded on April 17th, 2008 at 11:48 am
mantap nih bang hobby nya, jadi pengin belajar photography juga nih sama bos rama.
Responded on April 22nd, 2008 at 3:28 pm
rama:
#sigit : cukuplah situ menjadi dosen favorit saya aja :p
#lolak : sama2 bli..keliatannya bli ketut jg dah jago tuh :) hunting bareng yuk
Responded on April 23rd, 2008 at 5:27 am
skd:
ya boss! sharing semua teknik fotgrafinya di blog boss, biar ada gambaran dikit - soale selama ini asal jepret saja :)
dari freezing, bluring, selective focus, hypervocal focus, panning, pening, silhouette, makro, bokeh, bokep apa lagi ya? ntar aku beli buku dulu hehehe….
Responded on April 30th, 2008 at 1:07 pm
Share This
16 Comments





Leave your Response, or Trackback
This entry receive 16 Comments